Beberapa menit kemudian dokter pun keluar dari ruang dengan wajah yang muram.
"Oh tuhan sebenarnya ada apa ini?" Hyori...
"Maaf, yang mana orang tua pasien?" Dokter
orang tua sehun pun segera mengikuti dokter itu. Sementara aku masih kebingungan dengan semua yang terjadi disini.
Sudah 3 hari sehun koma tidak sadarkan diri. Kami semua hanya bisa pasrah dan berdoa kepada tuhan untuk kesembuhan nya
Saat ini aku berada di ruangan tepat sehun dirawat. Disini tidak ada banyak orang hanya ada sebagian dari anak-anak exo.
"Semuanya berdoa yang terbaik untuk dia. Walaupun dia pernah tidak bersikap baik terhadap kita tapi kita semua harua mendoakan nya supaya dia cepat sembuh" suho
"Ne" semuanya berkata dengan bersamaan
"Oh ya, hyori-ya?" Suho
"Oh? Wae?" Hyori
"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" suho
"Membicarakan tentang apa?" Hyori
"Tapi kita tidak bisa bicara disini. Ini penting, kita bicara di taman saja. Eotteokeh?" Suho
"Sepenting itu kah? Arasso" Hyori
Sesampainya di taman kita berdua langsung mengobrol..
"Sebenarnya ada apa? Ada hal yang ingin kau bicarakan kan? Katakan.. beritahu aku" Hyori
"Aku ingin menyampaikan ini.." suho *memberiku sebuah surat berwarna hijau*
"Surat? Surat apa ini? Untukku? Tapi, ini surat dari siapa?" Hyori
"Ini surat yang dititipkan sehun kepadaku. Dan dia bilang surat ini untukmu" suho
"Oh, tapi surat ini untuk apa?" Hyori
"Aku sendiri saja tidak tahu, sebaiknya kau buka surat itu. Sepertinya ada hal pentingbyang ingin disampaikan" suho langsung pergi meninggalkanku
"Ne, gomawo.." hyori
Aku pun segera membuka surat hijau itu
[ Hai? Kau terkejut bukan? ;))
Chagiya, sebelumnya aku ingin minta maaf. Mian... aku yakin tuhan sudah memberi jalannya padaku. Tidak lama lagi aku akan pergi.. aku akan pergi jauh .. tidak lama lagiaku sudah tidak ada disampingmu lagi. Dan mungkin aku akan pergi selamanya..
Mau tahu penjelasanku? Baik, akan kuberitahu. Sejak satu tahun yang lalu aku sering pusing dan sakit kepala biasa. Kupikir itu hanya pusing dan sakit kepala biasa, bahkan ibuku menyuruhku untuk berobat kerumah sakit tapi aku biarkan dan tidak aku dengarkan. Setelah 3 bulan terakhir rasanya semakin sakit, ditambah lagi aku merasakan sesak napas akibat penyakit asma keturunan yang suda aku derita sejak kecil. Rasanya sakit sekali.. bahkan aku sering tidak sadarkan diri akibat penyakit yang menggerogoti tubuhku ini. Selama ini aku lebih suka diam karena aku takut, aku takut semua orang tahu tentang ini. Aku berusaha menyembunyikan nya dari semua orang karena aku tidak mau menyusahkan dan merepotkan orang lain
Setelah sekian lamanya aku berusaha diam untuk semua ini tapi rasanya semakin sakit. Aku menyesal karena pada waktu itu aku tidak mendengarkan perintah dari ibuku. Akhirnya aku langsung memeriksa nya ke dokter, setelah aku memeriksa nya ke dokter ternyata aku terserang penyakit kanker yang mematikan. Aku divonis dokter terkena kanker otak stadium 3 dan sebentar lagi yang akan memasuki stadium ke 4. Mengerikan, bahkan dokter mengatakan bahwa setelah kanker itu memasuki stadium 4 umurku tidak akan lama lagi.
Aku akan menjelaskan satu hal lagi. Sebenarnya aku suka padamu, sejak pertama aku melihatmu pada saat pertama kau masuk sekolah aku melihat bahwa kau berbeda dari perempuan yang lain. Kenapa? Karena kau perempuan yang menyenangkan. Bahkan sudah banyak perempuan yang menyatakan rasa cintanya kepadaku tapi aku biarkan dan aku tidak peduli semua itu. Walaupun aku baru mengenalmu beberapa bulan tapi rasanya aku sudah mulai menyukaimu. Aku selalu berfikir dan bertanya "ya tuhan, apakah ini cinta? Apakah aku menyukainya? Apakah aku menyukai perempuan yang selalu ada disampingku itu? Choi hyo ri. Apakah aku menyukai nya?" Dan setelah beberapa minggu aku mulai sadar bahwa aku itu menyukaimu.
Sudah jelaskan? Maksudku pada waktu itu berbicara padamu adalah hal ini. Maafkan aku karena aku harus membohongimu dan menyembunyikan semua nya darimu. Aku tidak bermaksud untuk berbohong tapi aku hanya tida mau kau tahu tentang penyakitku ini. Mian.....
Dan sekarang kau harus menerima kenyataan nya bahwa aku ini jahat bukan? Aku jahat telah membohongimu. Jadi, kau boleh benci padaku :)
Tapi tetaplah yakin bahwa aku akan sangat mencintaimu. Seandainya kau ingin mengingatku, janganlah kau menangis. Jika kau menangis tentu aku juga akan sedih...
Kau adalah yang pertama dan terakhir
Neoumu saranghae
I LOVE U... ♥
Terimakasih telah melengkapi hidupku. Tanpamu hidupku akan hampa, dan tanpamu hanya akan menjadi debu. 고마워... 사랑해 최효리
OH-SEHUN ]
Setelah aku baca surat itu aku langsung menangjs
"Wae? Mengapa kau harus berbohong? Mengapa tidak terus terang saja kepadaku? Aku mengerti karena aku mempunyai rasa yang sama denganmu. Nado choa! " hyori
"Aku butuh penjalasan darimu! Apa kau benar-benar menyukaiku? Ayo jawab! Jeballl!!"
Aku bertanya pada diriku sendiri. Seakan aku gila akan semua ini dan terlarut-larut oleh kesedihan. Aku memutuskan untuk pulang karena aku sudah tidak kuat berada di rumah sakit ini.
Sabtu, 02 Agustus 2014
Kamis, 29 Mei 2014
Delapan......
Dua bulan kemudian...
Dua bulan kemudian.
akhirnya sudah dua bulan berlalu dan selama itu aku tidak bertemu lagi
dengannya (oh-sehun)
“dia benar-benar pergi meninggalkanku? hidupku sepi jika
tidak ada dia, benarkah dia tidak peduli lagi denganku?” hyori
“ahh tapi siapa yang peduli? dia benar-benar pergi! aku
kesepian!!! ah tapi dia sangat menyebalkan!” hyori *melampiaskan kekesalan nya
dengan berbicara sendiri* *melampar kaleng* dan… plakkkk!
“ahh jinjjayo? sial, salah sasaran!” hyori
“hey!! siapa tadi yang melemparku dengan kaleng? tidak sopan
sekali sekali kau ini!” chanyeol
“mianhaeyo, jeongmal mianhae ahjussi. Mianhaeyo…” hyori
“apa? apa kau bilang? memangnya aku ini sudah tua?” chanyeol
*menoleh ke belakang*
“E… Eh! Park chanyeol? ternyata itu kau! maafkan aku, aku
tidak sengaja. aku sedang kesal, jadinya aku menendang kaleng -_-“ hyori
“apa? tapi jangan menendangnya kearahku juga!” chanyeol
*menjawabnya dengan cetus*
“menjawabnya biasa saja, aku minta maaf juga kan berbicara
dengan baik-baik dan bahasa yang sopan. Lagipula aku juga tidak tahu kalau
kalengnya akan mengenaimu, jadinya tadi itu aku tidak sengaja tahu!” hyori
“haha aniya choi hyori, aku hanya bercanda. Mianhae…”
chanyeol *mencubit pipiku
“ahhh! sakit tahu! main cubit-cubit saja, memangnya aku ini
apa? boneka yang seenaknya bisa kau permainkan?” hyori
“memangnya aku anak perempuan yang suka memainkan boneka?
-_-. kau ini lucu seperti boneka jadinya aku cubit kau, hahaha” chanyeol
“terserah kau saja, aku ingin kesana. sampai jumpa lagi!”
hyori
“eh! tunggu!” chanyeol *menahan tanganku*
“ada apa huh? aku ingin membeli es krim, kau mau?” hyori
“aniya, tidak terimakasih. sebaiknya kau disini saja
denganku! temani aku, aku kesepian” chanyeol
“apa? aku? menemanimu? kau akan membayarku berapa?” hyori
“membayarmu? tidak! aku tidak mau membayarmu untuk apapun”
chanyeol
“tidak mau? tidak mau yasudah, lebih baik aku kesana untuk
membeli es krim” hyori
“ahh baiklah, baik. aku akan mentraktirmu jika kau akan
menemaniku seharian” chanyeol
“are you serious? hahaha aniya, aku hanya bercanda saja park
chanyeol. ya, aku akan menamanimu seharian ini tapi aku ingin membeli es krim
dulu oke?” hyori
“arasso…” chanyeol
beberapa menit kemudian kembali menemui park chanyeol
“apa yang akan kita lakukan disini?” hyori
“bermain gitar” chanyeol
“bermain gitar? tapi aku tidak terlalu bisa, aku hanya bisa
sedikit saja” hyori
“cord nya, apa kau sudah hafal?” chanyeol
“hafal” hyori
“mudah, kalau kau sudah hafal cord nya kau akan mudah untuk
memainkan nya. nanti akan kuajari” chanyeol
“benarkah? gomawo… tapi sebelumnya mainkan dulu satu lagu
untukku” hyori
“arasso…” chanyeol
setelah memainkan satu lagu untukku chanyeol langsung
mengajariku bermain gitar
“sudah dulu ya? aku cape” chanyeol
“apa? sudah selesai? yahhhhh mengapa sudah selesai?
lanjutkan lagi!” hyori
“ya! nanti saja aku ajari lagi. belajar gitar itu mudah,
nanti sajalah” chanyeol
“benar? yaksok?” hyori
“ne, aku bosan bermain gitar. ya! apa yang ada di tasmu
itu?” chanyeol
“aniya! ini bukan apa-apa, kau tidak perlu tahu apa yang ada
di tasku ini” hyori
“ya! mengapa kau ini? aku ingin meminjamnya, boleh?”
chanyeol
“oke akan kupinjamkan, ini!” hyori
“wooo… kamera? aku mempunyai satu dirumah. oh ya,
ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?” chanyeol
“aku kemari hanya iseng saja. melepaskan penat, dan hanya
untuk sekedar berjalan-jalan saja” hyori
“arasso, ayo kita foto bersama” chanyeol
“okay, han dul set…” hyori
“ya ya ya! lagi. oke han dul set” chanyeol
setelah sekian banyak foto yang kami potret, dan kami mulai
bosan dengan itu semua
“hmm aku bosan dengan semua ini. aku ingin pulang, berikan!
berikan kameraku sekarang” hyori
“ini, gomawo… kajja kita pulang” chanyeol
“kita? memangnya aku ingin ikut denganmu hah? aniya, aku
tidak mau…” hyori
“tidak mau? tapi kenapa?” chanyeol
“aku sudah banyak menyusahkanmu, jadi sebaiknya aku pulang
sendiri karena aku tidak mau menyusahkanmu. lagipula aku pulang sendiri juga
tidak apa-apa, gwaenchana…” hyori
“benar tidak apa-apa? ah iya, ini jaketku. aku tidak tega
melihat perempuan kedinginan” chanyeol
“ta…tapi…” hyori
“ssuuutttttt… sudah, pakai saja :)” chanyeol
“emm… oke, gomawo park chanyeol :). ppai ppai” hyori
“ne, hati-hati dijalan…” chanyeol
aku memutuskan untuk pulang sendirian karena aku tidak mau
merepotkan dia (park chanyeol). menyusuri jalanan yang masih ramai, kurasa aku
merasa aman. dan ponselku bergetar
*drrttttt…drrtttt*
“mwoya? ne, yoboseyo… hyegun-ah? ada apa meleponku?” hyori
“emm… hyori-ya, ada kabar buruk” hyegun
“kabar buruk? kabar buruk apa hyegun? ayo cepat beritahu
aku” hyori
“aku tidak berani untuk mengatakannya, mianhae…” hyegun
“ya! hyegun-ah! kau ini kenapa? cepat beritahu aku!” hyori
“oke, hufffttt…*menarik nafas panjang*. jadi sebenarnya
oh-sehun… aku mendengar kabar bahwa dia masuk rumah sakit karena penyakit yang
sangat parah, dan sekarang dia sedang terbaring lemah dirumah sakit. kau
sebaiknya segera kesana, tentang alamat rumah sakit nanti akan kuberitahu lewat
pesan singkat” hyegun
“arasso, gomawo telah memberitahuku tentang hal itu” hyori
aku pun langsung menutup teleponnya dan aku langsung segera
menuju rumah sakit dimana sehun dirawat. setelah menunggu bis yang lama
akhirnya aku sampai juga di rumah sakit dimana sehun dirawat.
disana ada banyak orang. ada keluarganya, disana terlihat
orang tua nya yang sedang sedih menangis karena menanti kabar yang baik dari
putranya tersebut. tidak lupa disitu juga ada teman-teman satu grup nya yaitu
exo
“anneyeong hasseyo. choi hyori imnida, aku teman nya oh-sehun”
“maaf bibi tadi aku mendengar kabar bahwa sehun masuk rumah sakit, benarkah
itu?” hyori
“ne, bibi pun kaget atas kejadian ini. dia jatuh pingsan
secara tiba-tiba dan dia sampai saat ini belum sadarkan diri” ibu sehun. ibu
nya hanya menjawabnya dengan pelan dan lemas tak berdaya karena sedih melihat
anaknya harus masuk dan dirawat di rumah sakit
“bibi yang sabar ya, mungkin ini cobaan dari tuhan yang
harus diterima dengan sabar dan lapang dada. tapi aku yakin pasti sehun bisa
melewati rintangan ini, dan pasti dia akan segera sadar. kita hanya bisa sabar
dan berdoa yang terbaik saja untuk dia” hyori
Last ( ending part 7 )
Sampai di sungai han kami semua langsung menikmati suasana
yang ada disini. Suasana disini masih sama seperti dulu, suasana romantic
disini masih tetap terjaga dengan hangat
“apa yang akan kita lakukan disini?” shin hye
“molla? Mungkin hanya berjalan-jalan saja…” hyori
“ahhh.. sama saja seperti tadi, bosann! -_-“ hae rin
“bagaimana kalau kita menyewa sepeda yang ada disana!”
hyegun sambil menunjuk kearah sepeda yang ada di ujung jalan
Kami semua langsung pergi ke tempat penyewaan sepeda yang
ada di ujung jalan sana
“kalian mau yang mana? Aku ingin yang merah” eun ji
“kalau aku oranye” hye mi
“mungkin aku yang putih” shin hye
“aku… aku yang biru” hae rin
“aku ingin warna hijau yang itu” hyori
“okee, aku yang abu-abu” hyegun
“bibi,kami akan meminjamnya boleh kan? Jadi kami harus
membayar berapa untuk semua ini?” hyegun
“tidak, kalian tidak perlu membayarnya. Hari ini semua orang
boleh meminjamnya secara gratis”
“whoooo… benarkah? Kamsahamnida ^^” hyegun
Akhirnya kami meminjam sepeda dan kami mendapatkannya secara
gratis. Kami pun bersenang-senang dengan mengelilingi kawasan yang ada di
sekitar sungai han sampai hari sudah menjelang malam
“teman-teman sebaiknya kita pulang, ini sudah mau malam.
Lebih baik kita pulang!” hyemi
“ne, kau benar! Nanti aku bisa dimarahi oleh ibuku jika aku
pulang telat” eun ji
“baiklah, sebelumnya kita kembalikan dulu sepedanya” hyegun
“ahhh aku lupa, yaps! Kau benar” hyori
…
“bibi, ini sepedanya. Maaf kami sudah meminjamnya terlalu
lama” hyori
“ne, maafkan kami. Kamsahamnida…” hyegun
“sama-sama. Sebaiknya kalian cepat pulang, jangan sampai
kalian ketinggalan bis”
“arasso, kamsahamnida” hyori
Kami semua sudah mengembalikan sepedanya dan kami langsung
pulang menuju ke rumah masing-masing. Karena aku pulang satu arah dengan hyegun
jadinya aku pulang bersamanya
“hyori-ya?” hyegun
“ne? ada apa? Ada yang ingin kau bicarakan denganku?” hyori
“emm… aku ingin bercerita, mau dengar?” hyegun
“boleh? Memangnya kau ingin bercerita apa?” hyori
“disekolah, apa ada orang yang kau suka?” hyegun
“ani… tidak ada” hyori
“ooo… jadi kau tahu apa itu exo?” hyegun
“exo? Apa itu exo? Namanya aneh sekali! Memangnya dia itu
siapa?” hyori
“sungguh? Benarkah? Apa kau benar-benar tidak tahu?” hyegun
“aniya, memangnya dia itu siapa? Apakah dia orang penting di
korea?” hyori
“aniyaaa… mereka itu adalah satu grup, ya bisa dibilang
geng. Tapi mereka itu bukan geng. Suho, baekhyun, chanyeol, d.o, kai, sehun,
kris, xiumin, luhan, lay, chen, dan tao. Mereka itu orang paling perfect
disekolah, mereka memiliki wajah yang tampan, pintar, dan masing-masing punya
keistimewaan” hyegun
“ohh… lalu? Kau ini sebenarnya ingin bercerita apa huh?”
hyori
“jadi begini… tapi…” hyegun
“tapi? Tapi apalagi? -_-“ hyori
“tapi apakah kau berjanji tidak akan memberitahu nya kepada
siapa-siapa? Yaksok?” hyegun
“ ya, ya, dan ya” hyori
“oke baiklah aku mempercayaimu. Jadi begini, aku menyukai
salah satu dari mereka dan aku sudah menyukainya sejak kecil. Saat kami masih
kecil kami selalu bermain bersama, dan bahkan orang tua kami sudah saling kenal.
Sejak kami mulai menginjak pendidikan di sekolah menengah kami terpaksa harus
berpisah karena urusan pekerjaan ayahnya yang mengharuskan dia pindah ke
amerika” hyegun
“hmm… lalu pada saat itu kau pasti sangat sedih bukan?”
hyori
“ya, tentu aku sangat sedih. Semenjak dia pergi aku merasa
kecewa dengan apa yang terjadi, hari-hari kulewati aku merasa resah, khawatir,
dan rasanya hatiku sangat sedih jika dia pergi. disaat itulah aku sadar bahwa
dia sangat penting dalam hidupku” hyegun
“dan siapa orang yang kau suka itu?” hyori
“dia. Dia adalah baekhyun, byun baekhyun” hyegun
“apa? Mengapa kau menyukainya” hyori
“Aku menyukainya karena dia tampan, berperilaku baik, dan
mempunyai suara yang bagus. Dia selalu menyanyi untukku disaat aku sedang
senang atau disaat aku sedang sedih, aku bahagia jika selalu ada disampingnya”
hyegun
“ya, sekarang aku mengerti perasaanmu seperti apa. lalu?
Sekarang, apakah kau masih menyukainya? Dan apakah dia tahu bahwa kau itu
menyukainya?” hyori
“ne, sampai sekarang aku masih menyukainya. aku masih
memendam perasaan selama bertahun-tahun dan dia tidak pernah tahu bahwa aku
menyukainya” hyegun
“hey, mengapa kau tidak terus terang kepadanya? Dan
sebaiknya kau mengatakan yang sebenarnya” hyori
“ani… aniya! aku tidak berani, karena aku sangat malu untuk
mengungkapkan nya” hyegun
“ahhh arasso. Kau yang sabar ya, tapi aku yakin pasti suatu
saat nanti dia akan tahu dan mengerti apa yang kau rasakan selama ini. Kau
harus percaya bahwa baekhyun akan selalu ada disampingmu, ingat karena tidak
ada yang mustahil di dunia ini” hyori
“ne, gomawo hyori-ya. Kau itu memang sahabat terbaikku,
sekali lagi terimakasih :)” hyegun *tersenyum manis kepadaku*
“cheonman :)” hyori *membalasnya dengan tersenyum manis
kepada hyegun*
Akhirnya kami berdua
pulang bersama dan kami berpisah di perempatan jalan yang ada dekat rumahku
Sabtu, 12 April 2014
next... (masih part 7)
(30 menit kemudian)
“aiishhhh jinjja? Sebenarnya jadi tidak sih? Aku sudah
menunggu 30 menit tapi dia belum datang juga? Hssssssss… ya tuhan” hyori
“yaaaaa! Hyori-ya! Maaf sudah menunggu lama, tadi aku
menunggu mereka semua” hyegun
“hishh kau ini, asal kau tahu. Aku daritadi disini sudah
menunggumu selama 30 menit, dan kukira kau tidak akan datangkesini -_-“ hyori
“hehe, mianhae…” hyegun
“kau? Apa? Kau membawa orang sebanyak ini? Untuk apa membawa
orang sebanyak ini? -,,-“ hyori
“hey! Mereka ini bukanlah orang asing, tapi mereka adalah
teman-temanku” hyegun
“ahhhhh!!!!!! Jadi ini adalah teman-temanmu yang sering kau
bicarakan? Wahhhh jinjja? Mereka cantik yaa ^^” hyori
“aniya, jangan begitu hyori! Kau sendiri juga cantik” hyegun
“apa? Ah sudahlah lupakan, ngomong-ngomong nama kalian
siapa? Aku sangat ingin berteman dekat dengan kalian semua” hyori
“park shin hye. Panggil aku shin hye”
“park hae rin. Hae rin imnida”
“eunji. Jung eunji lebih tepatnya, hehe”
“hye mi. lee hye mi”
“okey, senang berkenalan dengan kalian. Namaku choi hyori”
“hyori-ya! Sepertinya kau bukan asli orang korea ya?” shin
hye
“ahh, ne. aku murid pindahan dari Indonesia, aku orang baru
disini. Baru saja datang sejak musim semi kemarin” hyori
“aigooo… kau orang baru disini sepertinya kau sopan sekali
terhadap orang lain, orang Indonesia ternyata sangat ramah dan sopan” hae rin
“ahh tidak juga, orang korea juga sangat ramah dan sopan.
Aku nyaman disini karena orang-orang yang sangat ramah”
“ahh ne, jadi kau mendapatkan beasiswa atau kau disuruh oleh
orang tuamu untuk sekolah disini. Dan apakah ini juga sebagian dari kemauan
mu?” shin hye
“aniyo, aku sendiri juga tidak tahu korea sebelumnya. Aku
tau korea semenjak aku dapat beasiswa untuk pertukaran pelajar ke korea dan aku
mulai mempelajari huruf, kebudayaan, sopan santun, dan adat yang ada disini”
hyori
“arasso” shin hye
“ahaaa! Bagaimana kalau kita sekarang membeli kopi? Aku
kedinginan” eun ji
“yaa, dia aja benarnya juga. Kajja kita beli ke kedai kopi
yang ada disana itu!” hye mi
“kajja~”
Semuanya pun bersorak, setuju dengan keputusan tersebut. Dan
mereka semua langsung pergi ke kafe yang ada di ujung jalan tersebut untuk
membeli kopi
“tadaaaaaa! Kita sampai disini! Kopi kopi kopi I’m
coming!!!” hae rin
“ya tuhan dia sudah mulai tidak waras” hyegun
“kajja!! Ayo beli kopi! Nanana~” eun ji
“astaga, apa yang terjadi dengan mereka berdua? Hyori-ya
maafkan kami ya, mereka berdua memang suka seperti itu, maklumi saja yaa -,-“
“arasso, tapi mereka lucu haha” hyori
“kalian ingin apa? Kalau aku ingin cappuccino” shin hye
“emm.. mungkin aku ingin moccacino” hye mi
“aku? Aku cappuccino” eun ji
“ne, aku juga sama. Cappuccino” hae rin
“aku moccacino”
hyegun
“aku, aku ingin mocca late saja” hyori
Sementara menunggu kopi yang belum jadi, kami semua
mengobrol, bercanda, dan itu sangat menyenangkan
“ini, semuanya sudah jadi”
“ahh, terimakasih paman. Hey kalian semua bayar menggunakan
uang kalian masing-masing. Aku tidak akan mentraktir kalian -_-“ hye gun
“hmm… kukira kau akan mentraktir kita semua -,-“ eun ji
“aigooo, kukira juga kau akan mentraktir ku” hae rin
“tidak, aku tidak akan mentraktir kalian. Enak saja, uangku
saja pas-pasan bagaimana bisa aku mentraktir kalian semua dengan uang yang apa
adanya ini? -_-“
“ah sudahlah ayo kita bayar saja dengan uang kita sendiri,
bukankah kalian sudah punya uang saku? Ayo sebaiknya kita bayar” hye mi
“terimakasih ya paman!” hyori
“ne, sama-sama. Kapan-kapan datang lagi kesini yaa”
“ne! dengan senang hati. Kami pasti akan berkunjung lagi
kesini, kamsahamnida” shin hye
Setelah membayar kopi kami satu persatu kami pun pergi
meninggalkan kafe tersebut
“bosan, sekarang kita ingin kemana?” hae rin
“entahlah, aku sendiri juga bingung” hye mi
“ayolah teman-teman! Jangan seperti orang bodoh yang hanya
terdiam dan termenung. Kita harus memiliki tujuan yang jelas” shin hye
“bagaimana kalau sungai han? Setidaknya suhu disana lebih
hangat dibandingkan disini, dan kalau kita berlama-lama disini kita bisa mati
kedinginan” hyori
“ahhh! Setuju, hyori-ya kau ada benarnya juga. Aku setuju
dengan keputusanmu itu”
“aku juga setuju dengan keputusanmu hyori-ya” hye mi
“emm… tapi memangnya kalian masih memiliki uang saku? Kalau
tidak ada uang saku sebaiknya kita tidak usah kesana” hyori
“aku masih ada” hye mi
“aku juga masih ada” hye gun
“aku juga” shi hye
“aku? Kalau aku masih banyak” hae rin
“sombong sekali kau ini -_-. Aku masih ada!”
“okey, kalau begitu tunggu apalagi? Let’s go!!!” shin hye
Semuanya
pun setuju dengan keputusan yang sudah dibicarakan dan kami semua sekarang
menuju ke sungai han. Han river I’m coming!!!
Langganan:
Postingan (Atom)