Kamis, 29 Mei 2014

Delapan......


Dua bulan kemudian...
 Dua bulan kemudian. akhirnya sudah dua bulan berlalu dan selama itu aku tidak bertemu lagi dengannya (oh-sehun)
“dia benar-benar pergi meninggalkanku? hidupku sepi jika tidak ada dia, benarkah dia tidak peduli lagi denganku?” hyori
“ahh tapi siapa yang peduli? dia benar-benar pergi! aku kesepian!!! ah tapi dia sangat menyebalkan!” hyori *melampiaskan kekesalan nya dengan berbicara sendiri* *melampar kaleng* dan… plakkkk!
“ahh jinjjayo? sial, salah sasaran!” hyori
“hey!! siapa tadi yang melemparku dengan kaleng? tidak sopan sekali sekali kau ini!” chanyeol
“mianhaeyo, jeongmal mianhae ahjussi. Mianhaeyo…” hyori
“apa? apa kau bilang? memangnya aku ini sudah tua?” chanyeol *menoleh ke belakang*
“E… Eh! Park chanyeol? ternyata itu kau! maafkan aku, aku tidak sengaja. aku sedang kesal, jadinya aku menendang kaleng -_-“ hyori
“apa? tapi jangan menendangnya kearahku juga!” chanyeol *menjawabnya dengan cetus*
“menjawabnya biasa saja, aku minta maaf juga kan berbicara dengan baik-baik dan bahasa yang sopan. Lagipula aku juga tidak tahu kalau kalengnya akan mengenaimu, jadinya tadi itu aku tidak sengaja tahu!” hyori
“haha aniya choi hyori, aku hanya bercanda. Mianhae…” chanyeol *mencubit pipiku
“ahhh! sakit tahu! main cubit-cubit saja, memangnya aku ini apa? boneka yang seenaknya bisa kau permainkan?” hyori
“memangnya aku anak perempuan yang suka memainkan boneka? -_-. kau ini lucu seperti boneka jadinya aku cubit kau, hahaha” chanyeol
“terserah kau saja, aku ingin kesana. sampai jumpa lagi!” hyori
“eh! tunggu!” chanyeol *menahan tanganku*
“ada apa huh? aku ingin membeli es krim, kau mau?” hyori
“aniya, tidak terimakasih. sebaiknya kau disini saja denganku! temani aku, aku kesepian” chanyeol
“apa? aku? menemanimu? kau akan membayarku berapa?” hyori
“membayarmu? tidak! aku tidak mau membayarmu untuk apapun” chanyeol
“tidak mau? tidak mau yasudah, lebih baik aku kesana untuk membeli es krim” hyori
“ahh baiklah, baik. aku akan mentraktirmu jika kau akan menemaniku seharian” chanyeol
“are you serious? hahaha aniya, aku hanya bercanda saja park chanyeol. ya, aku akan menamanimu seharian ini tapi aku ingin membeli es krim dulu oke?” hyori
“arasso…” chanyeol
beberapa menit kemudian kembali menemui park chanyeol
“apa yang akan kita lakukan disini?” hyori
“bermain gitar” chanyeol
“bermain gitar? tapi aku tidak terlalu bisa, aku hanya bisa sedikit saja” hyori
“cord nya, apa kau sudah hafal?” chanyeol
“hafal” hyori
“mudah, kalau kau sudah hafal cord nya kau akan mudah untuk memainkan nya. nanti akan kuajari” chanyeol
“benarkah? gomawo… tapi sebelumnya mainkan dulu satu lagu untukku” hyori
“arasso…” chanyeol
setelah memainkan satu lagu untukku chanyeol langsung mengajariku bermain gitar
“sudah dulu ya? aku cape” chanyeol
“apa? sudah selesai? yahhhhh mengapa sudah selesai? lanjutkan lagi!” hyori
“ya! nanti saja aku ajari lagi. belajar gitar itu mudah, nanti sajalah” chanyeol
“benar? yaksok?” hyori
“ne, aku bosan bermain gitar. ya! apa yang ada di tasmu itu?” chanyeol
“aniya! ini bukan apa-apa, kau tidak perlu tahu apa yang ada di tasku ini” hyori
“ya! mengapa kau ini? aku ingin meminjamnya, boleh?” chanyeol
“oke akan kupinjamkan, ini!” hyori
“wooo… kamera? aku mempunyai satu dirumah. oh ya, ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?” chanyeol
“aku kemari hanya iseng saja. melepaskan penat, dan hanya untuk sekedar berjalan-jalan saja” hyori
“arasso, ayo kita foto bersama” chanyeol
“okay, han dul set…” hyori
“ya ya ya! lagi. oke han dul set” chanyeol
setelah sekian banyak foto yang kami potret, dan kami mulai bosan dengan itu semua
“hmm aku bosan dengan semua ini. aku ingin pulang, berikan! berikan kameraku sekarang” hyori
“ini, gomawo… kajja kita pulang” chanyeol
“kita? memangnya aku ingin ikut denganmu hah? aniya, aku tidak mau…” hyori
“tidak mau? tapi kenapa?” chanyeol
“aku sudah banyak menyusahkanmu, jadi sebaiknya aku pulang sendiri karena aku tidak mau menyusahkanmu. lagipula aku pulang sendiri juga tidak apa-apa, gwaenchana…” hyori
“benar tidak apa-apa? ah iya, ini jaketku. aku tidak tega melihat perempuan kedinginan”  chanyeol
“ta…tapi…” hyori
“ssuuutttttt… sudah, pakai saja :)” chanyeol
“emm… oke, gomawo park chanyeol :). ppai ppai” hyori
“ne, hati-hati dijalan…” chanyeol
aku memutuskan untuk pulang sendirian karena aku tidak mau merepotkan dia (park chanyeol). menyusuri jalanan yang masih ramai, kurasa aku merasa aman. dan ponselku bergetar
*drrttttt…drrtttt*
“mwoya? ne, yoboseyo… hyegun-ah? ada apa meleponku?” hyori
“emm… hyori-ya, ada kabar buruk” hyegun
“kabar buruk? kabar buruk apa hyegun? ayo cepat beritahu aku” hyori
“aku tidak berani untuk mengatakannya, mianhae…” hyegun
“ya! hyegun-ah! kau ini kenapa? cepat beritahu aku!” hyori
“oke, hufffttt…*menarik nafas panjang*. jadi sebenarnya oh-sehun… aku mendengar kabar bahwa dia masuk rumah sakit karena penyakit yang sangat parah, dan sekarang dia sedang terbaring lemah dirumah sakit. kau sebaiknya segera kesana, tentang alamat rumah sakit nanti akan kuberitahu lewat pesan singkat” hyegun
“arasso, gomawo telah memberitahuku tentang hal itu” hyori
aku pun langsung menutup teleponnya dan aku langsung segera menuju rumah sakit dimana sehun dirawat. setelah menunggu bis yang lama akhirnya aku sampai juga di rumah sakit dimana sehun dirawat.
disana ada banyak orang. ada keluarganya, disana terlihat orang tua nya yang sedang sedih menangis karena menanti kabar yang baik dari putranya tersebut. tidak lupa disitu juga ada teman-teman satu grup nya yaitu exo
“anneyeong hasseyo. choi hyori imnida, aku teman nya oh-sehun” “maaf bibi tadi aku mendengar kabar bahwa sehun masuk rumah sakit, benarkah itu?” hyori
“ne, bibi pun kaget atas kejadian ini. dia jatuh pingsan secara tiba-tiba dan dia sampai saat ini belum sadarkan diri” ibu sehun. ibu nya hanya menjawabnya dengan pelan dan lemas tak berdaya karena sedih melihat anaknya harus masuk dan dirawat di rumah sakit
“bibi yang sabar ya, mungkin ini cobaan dari tuhan yang harus diterima dengan sabar dan lapang dada. tapi aku yakin pasti sehun bisa melewati rintangan ini, dan pasti dia akan segera sadar. kita hanya bisa sabar dan berdoa yang terbaik saja untuk dia” hyori

Last ( ending part 7 )


Sampai di sungai han kami semua langsung menikmati suasana yang ada disini. Suasana disini masih sama seperti dulu, suasana romantic disini masih tetap terjaga dengan hangat
“apa yang akan kita lakukan disini?” shin hye
“molla? Mungkin hanya berjalan-jalan saja…” hyori
“ahhh.. sama saja seperti tadi, bosann! -_-“ hae rin
“bagaimana kalau kita menyewa sepeda yang ada disana!” hyegun sambil menunjuk kearah sepeda yang ada di ujung jalan
Kami semua langsung pergi ke tempat penyewaan sepeda yang ada di ujung jalan sana
“kalian mau yang mana? Aku ingin yang merah” eun ji
“kalau aku oranye” hye mi
“mungkin aku yang putih” shin hye
“aku… aku yang biru” hae rin
“aku ingin warna hijau yang itu” hyori
“okee, aku yang abu-abu” hyegun
“bibi,kami akan meminjamnya boleh kan? Jadi kami harus membayar berapa untuk semua ini?” hyegun
“tidak, kalian tidak perlu membayarnya. Hari ini semua orang boleh meminjamnya secara gratis”
“whoooo… benarkah? Kamsahamnida ^^” hyegun
Akhirnya kami meminjam sepeda dan kami mendapatkannya secara gratis. Kami pun bersenang-senang dengan mengelilingi kawasan yang ada di sekitar sungai han sampai hari sudah menjelang malam
“teman-teman sebaiknya kita pulang, ini sudah mau malam. Lebih baik kita pulang!” hyemi
“ne, kau benar! Nanti aku bisa dimarahi oleh ibuku jika aku pulang telat” eun ji
“baiklah, sebelumnya kita kembalikan dulu sepedanya” hyegun
“ahhh aku lupa, yaps! Kau benar” hyori
“bibi, ini sepedanya. Maaf kami sudah meminjamnya terlalu lama” hyori
“ne, maafkan kami. Kamsahamnida…” hyegun
“sama-sama. Sebaiknya kalian cepat pulang, jangan sampai kalian ketinggalan bis”
“arasso, kamsahamnida” hyori
Kami semua sudah mengembalikan sepedanya dan kami langsung pulang menuju ke rumah masing-masing. Karena aku pulang satu arah dengan hyegun jadinya aku pulang bersamanya
“hyori-ya?” hyegun
“ne? ada apa? Ada yang ingin kau bicarakan denganku?” hyori
“emm… aku ingin bercerita, mau dengar?” hyegun
“boleh? Memangnya kau ingin bercerita apa?” hyori
“disekolah, apa ada orang yang kau suka?” hyegun
“ani… tidak ada” hyori
“ooo… jadi kau tahu apa itu exo?” hyegun
“exo? Apa itu exo? Namanya aneh sekali! Memangnya dia itu siapa?” hyori
“sungguh? Benarkah? Apa kau benar-benar tidak tahu?” hyegun
“aniya, memangnya dia itu siapa? Apakah dia orang penting di korea?” hyori
“aniyaaa… mereka itu adalah satu grup, ya bisa dibilang geng. Tapi mereka itu bukan geng. Suho, baekhyun, chanyeol, d.o, kai, sehun, kris, xiumin, luhan, lay, chen, dan tao. Mereka itu orang paling perfect disekolah, mereka memiliki wajah yang tampan, pintar, dan masing-masing punya keistimewaan” hyegun
“ohh… lalu? Kau ini sebenarnya ingin bercerita apa huh?” hyori
“jadi begini… tapi…” hyegun
“tapi? Tapi apalagi? -_-“ hyori
“tapi apakah kau berjanji tidak akan memberitahu nya kepada siapa-siapa? Yaksok?” hyegun
“ ya, ya, dan ya” hyori
“oke baiklah aku mempercayaimu. Jadi begini, aku menyukai salah satu dari mereka dan aku sudah menyukainya sejak kecil. Saat kami masih kecil kami selalu bermain bersama, dan bahkan orang tua kami sudah saling kenal. Sejak kami mulai menginjak pendidikan di sekolah menengah kami terpaksa harus berpisah karena urusan pekerjaan ayahnya yang mengharuskan dia pindah ke amerika” hyegun
“hmm… lalu pada saat itu kau pasti sangat sedih bukan?” hyori
“ya, tentu aku sangat sedih. Semenjak dia pergi aku merasa kecewa dengan apa yang terjadi, hari-hari kulewati aku merasa resah, khawatir, dan rasanya hatiku sangat sedih jika dia pergi. disaat itulah aku sadar bahwa dia sangat penting dalam hidupku” hyegun 
“dan siapa orang yang kau suka itu?” hyori
“dia. Dia adalah baekhyun, byun baekhyun” hyegun
“apa? Mengapa kau menyukainya” hyori
“Aku menyukainya karena dia tampan, berperilaku baik, dan mempunyai suara yang bagus. Dia selalu menyanyi untukku disaat aku sedang senang atau disaat aku sedang sedih, aku bahagia jika selalu ada disampingnya” hyegun
“ya, sekarang aku mengerti perasaanmu seperti apa. lalu? Sekarang, apakah kau masih menyukainya? Dan apakah dia tahu bahwa kau itu menyukainya?” hyori
“ne, sampai sekarang aku masih menyukainya. aku masih memendam perasaan selama bertahun-tahun dan dia tidak pernah tahu bahwa aku menyukainya” hyegun
“hey, mengapa kau tidak terus terang kepadanya? Dan sebaiknya kau mengatakan yang sebenarnya” hyori
“ani… aniya! aku tidak berani, karena aku sangat malu untuk mengungkapkan nya” hyegun
“ahhh arasso. Kau yang sabar ya, tapi aku yakin pasti suatu saat nanti dia akan tahu dan mengerti apa yang kau rasakan selama ini. Kau harus percaya bahwa baekhyun akan selalu ada disampingmu, ingat karena tidak ada yang mustahil di dunia ini” hyori
“ne, gomawo hyori-ya. Kau itu memang sahabat terbaikku, sekali lagi terimakasih :)” hyegun *tersenyum manis kepadaku*
“cheonman :)” hyori *membalasnya dengan tersenyum manis kepada hyegun*
 Akhirnya kami berdua pulang bersama dan kami berpisah di perempatan jalan yang ada dekat rumahku