Dua bulan kemudian...
Dua bulan kemudian.
akhirnya sudah dua bulan berlalu dan selama itu aku tidak bertemu lagi
dengannya (oh-sehun)
“dia benar-benar pergi meninggalkanku? hidupku sepi jika
tidak ada dia, benarkah dia tidak peduli lagi denganku?” hyori
“ahh tapi siapa yang peduli? dia benar-benar pergi! aku
kesepian!!! ah tapi dia sangat menyebalkan!” hyori *melampiaskan kekesalan nya
dengan berbicara sendiri* *melampar kaleng* dan… plakkkk!
“ahh jinjjayo? sial, salah sasaran!” hyori
“hey!! siapa tadi yang melemparku dengan kaleng? tidak sopan
sekali sekali kau ini!” chanyeol
“mianhaeyo, jeongmal mianhae ahjussi. Mianhaeyo…” hyori
“apa? apa kau bilang? memangnya aku ini sudah tua?” chanyeol
*menoleh ke belakang*
“E… Eh! Park chanyeol? ternyata itu kau! maafkan aku, aku
tidak sengaja. aku sedang kesal, jadinya aku menendang kaleng -_-“ hyori
“apa? tapi jangan menendangnya kearahku juga!” chanyeol
*menjawabnya dengan cetus*
“menjawabnya biasa saja, aku minta maaf juga kan berbicara
dengan baik-baik dan bahasa yang sopan. Lagipula aku juga tidak tahu kalau
kalengnya akan mengenaimu, jadinya tadi itu aku tidak sengaja tahu!” hyori
“haha aniya choi hyori, aku hanya bercanda. Mianhae…”
chanyeol *mencubit pipiku
“ahhh! sakit tahu! main cubit-cubit saja, memangnya aku ini
apa? boneka yang seenaknya bisa kau permainkan?” hyori
“memangnya aku anak perempuan yang suka memainkan boneka?
-_-. kau ini lucu seperti boneka jadinya aku cubit kau, hahaha” chanyeol
“terserah kau saja, aku ingin kesana. sampai jumpa lagi!”
hyori
“eh! tunggu!” chanyeol *menahan tanganku*
“ada apa huh? aku ingin membeli es krim, kau mau?” hyori
“aniya, tidak terimakasih. sebaiknya kau disini saja
denganku! temani aku, aku kesepian” chanyeol
“apa? aku? menemanimu? kau akan membayarku berapa?” hyori
“membayarmu? tidak! aku tidak mau membayarmu untuk apapun”
chanyeol
“tidak mau? tidak mau yasudah, lebih baik aku kesana untuk
membeli es krim” hyori
“ahh baiklah, baik. aku akan mentraktirmu jika kau akan
menemaniku seharian” chanyeol
“are you serious? hahaha aniya, aku hanya bercanda saja park
chanyeol. ya, aku akan menamanimu seharian ini tapi aku ingin membeli es krim
dulu oke?” hyori
“arasso…” chanyeol
beberapa menit kemudian kembali menemui park chanyeol
“apa yang akan kita lakukan disini?” hyori
“bermain gitar” chanyeol
“bermain gitar? tapi aku tidak terlalu bisa, aku hanya bisa
sedikit saja” hyori
“cord nya, apa kau sudah hafal?” chanyeol
“hafal” hyori
“mudah, kalau kau sudah hafal cord nya kau akan mudah untuk
memainkan nya. nanti akan kuajari” chanyeol
“benarkah? gomawo… tapi sebelumnya mainkan dulu satu lagu
untukku” hyori
“arasso…” chanyeol
setelah memainkan satu lagu untukku chanyeol langsung
mengajariku bermain gitar
“sudah dulu ya? aku cape” chanyeol
“apa? sudah selesai? yahhhhh mengapa sudah selesai?
lanjutkan lagi!” hyori
“ya! nanti saja aku ajari lagi. belajar gitar itu mudah,
nanti sajalah” chanyeol
“benar? yaksok?” hyori
“ne, aku bosan bermain gitar. ya! apa yang ada di tasmu
itu?” chanyeol
“aniya! ini bukan apa-apa, kau tidak perlu tahu apa yang ada
di tasku ini” hyori
“ya! mengapa kau ini? aku ingin meminjamnya, boleh?”
chanyeol
“oke akan kupinjamkan, ini!” hyori
“wooo… kamera? aku mempunyai satu dirumah. oh ya,
ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?” chanyeol
“aku kemari hanya iseng saja. melepaskan penat, dan hanya
untuk sekedar berjalan-jalan saja” hyori
“arasso, ayo kita foto bersama” chanyeol
“okay, han dul set…” hyori
“ya ya ya! lagi. oke han dul set” chanyeol
setelah sekian banyak foto yang kami potret, dan kami mulai
bosan dengan itu semua
“hmm aku bosan dengan semua ini. aku ingin pulang, berikan!
berikan kameraku sekarang” hyori
“ini, gomawo… kajja kita pulang” chanyeol
“kita? memangnya aku ingin ikut denganmu hah? aniya, aku
tidak mau…” hyori
“tidak mau? tapi kenapa?” chanyeol
“aku sudah banyak menyusahkanmu, jadi sebaiknya aku pulang
sendiri karena aku tidak mau menyusahkanmu. lagipula aku pulang sendiri juga
tidak apa-apa, gwaenchana…” hyori
“benar tidak apa-apa? ah iya, ini jaketku. aku tidak tega
melihat perempuan kedinginan” chanyeol
“ta…tapi…” hyori
“ssuuutttttt… sudah, pakai saja :)” chanyeol
“emm… oke, gomawo park chanyeol :). ppai ppai” hyori
“ne, hati-hati dijalan…” chanyeol
aku memutuskan untuk pulang sendirian karena aku tidak mau
merepotkan dia (park chanyeol). menyusuri jalanan yang masih ramai, kurasa aku
merasa aman. dan ponselku bergetar
*drrttttt…drrtttt*
“mwoya? ne, yoboseyo… hyegun-ah? ada apa meleponku?” hyori
“emm… hyori-ya, ada kabar buruk” hyegun
“kabar buruk? kabar buruk apa hyegun? ayo cepat beritahu
aku” hyori
“aku tidak berani untuk mengatakannya, mianhae…” hyegun
“ya! hyegun-ah! kau ini kenapa? cepat beritahu aku!” hyori
“oke, hufffttt…*menarik nafas panjang*. jadi sebenarnya
oh-sehun… aku mendengar kabar bahwa dia masuk rumah sakit karena penyakit yang
sangat parah, dan sekarang dia sedang terbaring lemah dirumah sakit. kau
sebaiknya segera kesana, tentang alamat rumah sakit nanti akan kuberitahu lewat
pesan singkat” hyegun
“arasso, gomawo telah memberitahuku tentang hal itu” hyori
aku pun langsung menutup teleponnya dan aku langsung segera
menuju rumah sakit dimana sehun dirawat. setelah menunggu bis yang lama
akhirnya aku sampai juga di rumah sakit dimana sehun dirawat.
disana ada banyak orang. ada keluarganya, disana terlihat
orang tua nya yang sedang sedih menangis karena menanti kabar yang baik dari
putranya tersebut. tidak lupa disitu juga ada teman-teman satu grup nya yaitu
exo
“anneyeong hasseyo. choi hyori imnida, aku teman nya oh-sehun”
“maaf bibi tadi aku mendengar kabar bahwa sehun masuk rumah sakit, benarkah
itu?” hyori
“ne, bibi pun kaget atas kejadian ini. dia jatuh pingsan
secara tiba-tiba dan dia sampai saat ini belum sadarkan diri” ibu sehun. ibu
nya hanya menjawabnya dengan pelan dan lemas tak berdaya karena sedih melihat
anaknya harus masuk dan dirawat di rumah sakit
“bibi yang sabar ya, mungkin ini cobaan dari tuhan yang
harus diterima dengan sabar dan lapang dada. tapi aku yakin pasti sehun bisa
melewati rintangan ini, dan pasti dia akan segera sadar. kita hanya bisa sabar
dan berdoa yang terbaik saja untuk dia” hyori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar