“kau ini siapa? Apa
yang kau lakukan? Kau akan membiusku dan menculikku ya? Jujur saja! Siapa kau?
Lepaskan tanganmu! Atau tidak aku akan meninjumu dengan jurus taekwondo yang
kupunya! Jadi kau pilih mana? Ingin selamat atau ingin babak belur?”
“kau ini galak sekali
sih? Bisa diam tidak? Kalau kau diam akan kulepaskan tanganku”
“arasso! Ayo cepat
lepaskan tanganmu dari mataku!”
“ne, tunggu
sebentar…. Tadaaaaaa! Sekarang aku ada di depan matamu yeay :D”
“hishh” plak! Aku pun
memukulnya karena aku sangat kesal.
“yak! Sakit tau!
Jangan memukulku sembarangan! Kalau sampai kepalaku kenapa-kenapa kau ingin
tanggung jawab?
“aniyo, aku sangat
malas membayar untuk itu semua. Kajja lebih baik aku mentraktirmu minum kopi?
Are you sure?”
“ani… mianhae tadi
aku sudah minum kopi. Jeongmal mianhae :)”
“oke, baiklah kalau
kau menolak. Hehe, emm ngomong-ngomong tadi mengapa kau tiba-tiba menutup
mataku? :/ tidak bisa melihat tau! Kau ini sebenarnya kenapa sih?”
“aku menutup matamu
karena aku ingin melindungimu!”
“hey kau ini bisa
berpikir tidak! Kau itu yang ada bukan ingin untuk melindungiku tapi kau yang
ada malah membahayakan nyawamu sendiri tau!”
“tidak, buktinya ini
aku masih hidup. Memangnya aku kenapa sampai membahayakan nyawaku? Kau ini aneh
sekali -_-“
“hey kau tahu tadi
kau hampir mati karena ingin ku ajak kau babak belur memakai jurus taekwondo
yang aku punya. Tunggu! Siapa yang kau bilang aneh? You are so… argghhh oh my
god”
“hey what I’m doing?
I just talking about that choi hyori -_-. Tadi kau bilang kedinginan jadinya
aku menutup matamu haha”
“kau tahu kau ini
hamper saja membuatku jantungan! Aku tidak apa-apa, lagipula mataku baik-baik
saja, yang kedinginan kan tubuhku bukan mataku! Kau ini sepertinya gagal melawak
jadinya seperti ini kah? Kau ini sangat tidak jelas chanyeol-ah!”
“ahhh hyori asal kau
tahu lama-lama aku bisa gila jika di dekatmu , you make me crazy-_-“
“hey apa kau bilang? terserah
apa katamu saja lah, aku juga pusing –“
“tadi katamu tubuhmu
kedinginan dan perlu kehangatan kan? Ini! Pake jaketku saja supaya kau tidak
kedinginan! Apa perlu aku memelukmu agar kau tetap hangat?”
“hey kau ini kenapa?
Mukamu mencurigakan! Apa yang kau inginkan dariku?”
“aniyo, aku tidak
ingin apa-apa darimu aku hanya ingin kau jatuh dalam pelukanku. Ah sudahlah kai
jangan mengelak! Sini!”
Chanyeol pun
memelukku dan rasanya aku sangat malu sampai-sampai mukaku langsung memerah.
Aku malu karena seumur hidupku selama ini sebelumnya aku tidak pernah dipeluk
oleh orang apalagi laki-laki terkecuali oleh ayahku, now this is it! My story
of my life
“hey hey sudah cukup
untuk drama nya! Aku sudah muak -_-“
“apa-apaan kau ini?
Tadi kau yang minta kan? Kau bilang tadi kau kedinginan? That’s not good for
me!”
“apa? Aku yang
meminta? Kau kira aku ini perempuan seperti apa? Kau kira aku ini perempuan
murahan heuh? Ah sudahlah rasanya aku ingin pulang! Aku pulang duluan ya! Sudah
sangat malam, nanti takutnya tidak ada bis untuk pulang”
“tunggu! Maafkan aku,
aku salah kumohon kau jangan marah padaku… emm bolehkah aku mengantarmu pulang?
Daripada kau menunggu bis nya lama dan kalau kau tidak dapat bis bagaimana?
Lagipula sesekali aku boleh tahu rumahmu bukan? Sudah larut malam seperti ini,
apa kau yakin jam segini masih ada bis?”
“baiklah permintaan
maafmu ku penuhi. Tapi suatu saat kau harus mentraktirku, bagaimana? Hahaha.
Emm bagaimana ya..”
“ayolahhh kau harus
ikut denganku”
“hey tolong jangan
memaksaku! -_-. Emmm… oke baiklah aku terima tawaranmu”
Aku pun akhirnya
malam ini pulang bersama chanyeol. Sesampainya dirumah…
“chanyeol-ah!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar