Selasa, 11 Februari 2014

Lanjutttt! ( masih part 3 )


“kau ini siapa? Apa yang kau lakukan? Kau akan membiusku dan menculikku ya? Jujur saja! Siapa kau? Lepaskan tanganmu! Atau tidak aku akan meninjumu dengan jurus taekwondo yang kupunya! Jadi kau pilih mana? Ingin selamat atau ingin babak belur?”
“kau ini galak sekali sih? Bisa diam tidak? Kalau kau diam akan kulepaskan tanganku”
“arasso! Ayo cepat lepaskan tanganmu dari mataku!”
“ne, tunggu sebentar…. Tadaaaaaa! Sekarang aku ada di depan matamu yeay :D”
“hishh” plak! Aku pun memukulnya karena aku sangat kesal.
“yak! Sakit tau! Jangan memukulku sembarangan! Kalau sampai kepalaku kenapa-kenapa kau ingin tanggung jawab?
“aniyo, aku sangat malas membayar untuk itu semua. Kajja lebih baik aku mentraktirmu minum kopi? Are you sure?”
“ani… mianhae tadi aku sudah minum kopi. Jeongmal mianhae :)”
“oke, baiklah kalau kau menolak. Hehe, emm ngomong-ngomong tadi mengapa kau tiba-tiba menutup mataku? :/ tidak bisa melihat tau! Kau ini sebenarnya kenapa sih?”
“aku menutup matamu karena aku ingin melindungimu!”
“hey kau ini bisa berpikir tidak! Kau itu yang ada bukan ingin untuk melindungiku tapi kau yang ada malah membahayakan nyawamu sendiri tau!”
“tidak, buktinya ini aku masih hidup. Memangnya aku kenapa sampai membahayakan nyawaku? Kau ini aneh sekali -_-“
“hey kau tahu tadi kau hampir mati karena ingin ku ajak kau babak belur memakai jurus taekwondo yang aku punya. Tunggu! Siapa yang kau bilang aneh? You are so… argghhh oh my god”
“hey what I’m doing? I just talking about that choi hyori -_-. Tadi kau bilang kedinginan jadinya aku menutup matamu haha”
“kau tahu kau ini hamper saja membuatku jantungan! Aku tidak apa-apa, lagipula mataku baik-baik saja, yang kedinginan kan tubuhku bukan mataku! Kau ini sepertinya gagal melawak jadinya seperti ini kah? Kau ini sangat tidak jelas chanyeol-ah!”
“ahhh hyori asal kau tahu lama-lama aku bisa gila jika di dekatmu , you make me crazy-_-“
“hey apa kau bilang? terserah apa katamu saja lah, aku juga pusing –“
“tadi katamu tubuhmu kedinginan dan perlu kehangatan kan? Ini! Pake jaketku saja supaya kau tidak kedinginan! Apa perlu aku memelukmu agar kau tetap hangat?”
“hey kau ini kenapa? Mukamu mencurigakan! Apa yang kau inginkan dariku?”
“aniyo, aku tidak ingin apa-apa darimu aku hanya ingin kau jatuh dalam pelukanku. Ah sudahlah kai jangan mengelak! Sini!”
Chanyeol pun memelukku dan rasanya aku sangat malu sampai-sampai mukaku langsung memerah. Aku malu karena seumur hidupku selama ini sebelumnya aku tidak pernah dipeluk oleh orang apalagi laki-laki terkecuali oleh ayahku, now this is it! My story of my life
“hey hey sudah cukup untuk drama nya! Aku sudah muak -_-“
“apa-apaan kau ini? Tadi kau yang minta kan? Kau bilang tadi kau kedinginan? That’s not good for me!”
“apa? Aku yang meminta? Kau kira aku ini perempuan seperti apa? Kau kira aku ini perempuan murahan heuh? Ah sudahlah rasanya aku ingin pulang! Aku pulang duluan ya! Sudah sangat malam, nanti takutnya tidak ada bis untuk pulang”
“tunggu! Maafkan aku, aku salah kumohon kau jangan marah padaku… emm bolehkah aku mengantarmu pulang? Daripada kau menunggu bis nya lama dan kalau kau tidak dapat bis bagaimana? Lagipula sesekali aku boleh tahu rumahmu bukan? Sudah larut malam seperti ini, apa kau yakin jam segini masih ada bis?”
“baiklah permintaan maafmu ku penuhi. Tapi suatu saat kau harus mentraktirku, bagaimana? Hahaha. Emm bagaimana ya..”
“ayolahhh kau harus ikut denganku”
“hey tolong jangan memaksaku! -_-. Emmm… oke baiklah aku terima tawaranmu”
Aku pun akhirnya malam ini pulang bersama chanyeol. Sesampainya dirumah…
“chanyeol-ah!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar