Sabtu, 15 Februari 2014

next to the next... (masih part lima)


“hey! Hentikan! Sakit tau! Hey!!! Kau itu jangan macam-macam denganku! Atau tidak aku akan menendangmu! Hey sakit! Lepaskan!!!” hyori
“apa? Kau berani denganku dan kau menantangku? Boleh, siapa takut?” min young
“benarkah? Apa kau yakin? Terima ini!” Bukk! Satu tendangan pun melayang ke tubuhnya dan merasa kesakitan
“Aduhhh sakit… hey sakit tahu! Awas ya kau! Ayo pergi teman-teman!” min young
Akhirnya sudah selesai dan aku pulang dengan rambut yang berantakan karena tadi aku habis dikeroyok oleh mereka.
“hey choi hyori! Tunggu aku!”
“itu siapa? Sepertinya aku kenal, tapi siapa? -_-“ dia pun semakin mendekat dan semakin mendekat dan ternyata dia adalah.. aku menoleh kea rah belakang dan dia adalah oh sehun.
“ohh… sehun. Ada apa kau memanggilku? Mengapa kau belum pulang?”
“tidak, tadi ada sesuatu yang tertinggal di ruang kesenian jadinya aku kembali untuk mengambil barang tersebut”
“ohh begitu, sendirian saja? Memangnya kau tidak pulang dengan temantemanmu?” hyori
“iya, lagipula aku lebih suka menyendiri”
“ouu……”
Nada datar yang terucp dari mulutnya itu sudah membuktikan bahwa memang benar dia senang menyendiri
“oh iya, tadi setelah aku kembali dari ruang kesenian dan tadi aku juga sempat melewati kelas. Tapi tadi kau sedang apa dengan min young? Ada masalahkah?”
“ahh itu, ne. tapi aku tidak tahu aku salah apa dengan mereka”
“benarkah? Memangnya dia tadi berbicara apa padamu?”
“tidak, tidak ada. Lagipula tidak usah dipikirkan =) tadi dia hanya meminta nomer ponselku”
“oh begitu, haha.. mianhae telah berprasangka buruk padamu”
“ne, gwaenchanayo”
Ya tuhan maafkan aku, aku harus berbohong. Aku harus berbohong karena demi kebaikanku dan demi kebaikan orang lain juga. Maffkan aku oh sehun, bukannya aku ingin berbohong kepadamu, tapi ini demi kebaikanmu juga….
“baiklah, kau ingin pulang?” sehun
“iya. Tapi aku tidak naik bis, aku pulangnya jalan kaki saja”
“ahh jinjjayo? Mengapa tidak naik bis? Kalau naik bis jadi lebih cepat bukan?”
“haha iya juga sih, kau ada benarnya -,- tapi aku ingin menghemat uang ku untuk keperluanku disini”
“oh oke baiklah, hey! Itu rambutmu mengapa berantakan seperti itu? Sini aku bereskan” sehun
Aku pun hanya terdiam dan melihat mukanya yang sangat dekat denganku, aku pun melihat matanya sehun dan dia pun membalasnya dengan tatapan yang tajam
“oh tuhan, ada apa ini? Apa sebenarnya yang terjadi? Beritahu aku!!” hyori
Aku pun memejamkan mata dan perlahan wajahnya semakin mendekat dan mendekat………… chu…. Satu kecupan pun melayang dengan sendirinya
“maafkan aku, aku sudah kelewatan. Jeongmal jwesonghamnida…..” sehun
Dia pun pergi meninggalkanku. Tidak wajar memang, padahal aku baru mengenalnya beberapa bulan tapi dia sudah berani melakukan hal seperti itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar