“hey! Hentikan! Sakit tau! Hey!!! Kau itu jangan macam-macam
denganku! Atau tidak aku akan menendangmu! Hey sakit! Lepaskan!!!” hyori
“apa? Kau berani denganku dan kau menantangku? Boleh, siapa
takut?” min young
“benarkah? Apa kau yakin? Terima ini!” Bukk! Satu tendangan
pun melayang ke tubuhnya dan merasa kesakitan
“Aduhhh sakit… hey sakit tahu! Awas ya kau! Ayo pergi
teman-teman!” min young
Akhirnya sudah selesai dan aku pulang dengan rambut yang
berantakan karena tadi aku habis dikeroyok oleh mereka.
“hey choi hyori! Tunggu aku!”
“itu siapa? Sepertinya aku kenal, tapi siapa? -_-“ dia pun
semakin mendekat dan semakin mendekat dan ternyata dia adalah.. aku menoleh kea
rah belakang dan dia adalah oh sehun.
“ohh… sehun. Ada apa kau memanggilku? Mengapa kau belum
pulang?”
“tidak, tadi ada sesuatu yang tertinggal di ruang kesenian
jadinya aku kembali untuk mengambil barang tersebut”
“ohh begitu, sendirian saja? Memangnya kau tidak pulang
dengan temantemanmu?” hyori
“iya, lagipula aku lebih suka menyendiri”
“ouu……”
Nada datar yang terucp dari mulutnya itu sudah membuktikan
bahwa memang benar dia senang menyendiri
“oh iya, tadi setelah aku kembali dari ruang kesenian dan
tadi aku juga sempat melewati kelas. Tapi tadi kau sedang apa dengan min young?
Ada masalahkah?”
“ahh itu, ne. tapi aku tidak tahu aku salah apa dengan
mereka”
“benarkah? Memangnya dia tadi berbicara apa padamu?”
“tidak, tidak ada. Lagipula tidak usah dipikirkan =) tadi
dia hanya meminta nomer ponselku”
“oh begitu, haha.. mianhae telah berprasangka buruk padamu”
“ne, gwaenchanayo”
Ya tuhan maafkan aku, aku harus berbohong. Aku harus
berbohong karena demi kebaikanku dan demi kebaikan orang lain juga. Maffkan aku
oh sehun, bukannya aku ingin berbohong kepadamu, tapi ini demi kebaikanmu
juga….
“baiklah, kau ingin pulang?” sehun
“iya. Tapi aku tidak naik bis, aku pulangnya jalan kaki
saja”
“ahh jinjjayo? Mengapa tidak naik bis? Kalau naik bis jadi
lebih cepat bukan?”
“haha iya juga sih, kau ada benarnya -,- tapi aku ingin
menghemat uang ku untuk keperluanku disini”
“oh oke baiklah, hey! Itu rambutmu mengapa berantakan
seperti itu? Sini aku bereskan” sehun
Aku pun hanya terdiam dan melihat mukanya yang sangat dekat
denganku, aku pun melihat matanya sehun dan dia pun membalasnya dengan tatapan
yang tajam
“oh tuhan, ada apa ini? Apa sebenarnya yang terjadi? Beritahu
aku!!” hyori
Aku pun memejamkan mata dan perlahan wajahnya semakin
mendekat dan mendekat………… chu…. Satu kecupan pun melayang dengan sendirinya
“maafkan aku, aku sudah kelewatan. Jeongmal
jwesonghamnida…..” sehun
Dia pun pergi meninggalkanku. Tidak wajar memang, padahal
aku baru mengenalnya beberapa bulan tapi dia sudah berani melakukan hal seperti
itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar